Nikmatnya Masakan Istri Dengan Sasa Santan

Renovasi rumah pasti membutuhkan biaya besar. Tidak hanya material, tetapi juga makanan dan minuman untuk menjamu para pekerja. Untuk itulah saya menggunakan Sasa santan kelapa. Soalnya bisa menghemat pengeluaran biaya. Jadi tenaga sekaligus sisa uang bisa dipakai untuk membeli material baru atau hal lainnya.

Untuk urusan dapur, saya serahkan pada istri dan juga anak-anak. Kebetulan saya punya 2 anak. Perempuan semua. Jadi ibunya tidak akan kerepotan. Lebih-lebih pakai santan kelapa produk Sasa. Isinya sudah matang. Jadi tinggal menggunakannya saja. Sangat efisien dan tepat untuk digunakan para ibu-ibu zaman sekarang yang memang membutuhkan kepraktisan untuk meringankan pekerjaan.

Pengerjaan rumah baru saya berjalan dalam waktu kira-kira sebulan. Total pekerjanya sedikit sih. Cuma 5 orang. Dengan rincian 2 tukang dan 3 kenek. Kebayang kan setiap hari istri dan anak-anak saya harus memasak. Dengan hadirnya santan kelapa olahan Sasa, maka tangan-tangan terampil istri saya tetap terjaga dari rasa lelah.

Ketika pengerjaan melewati separuh tahap, saya menelepon kakak yang berada di luar daerah. Di antara 2 yang saya hubungi, hanya satu yang datang. Tidak masalah. Asalkan ada yang bantu sudah bagus dan thanks God. Saya meminta bantuannya karena sudah tiba musim hujan. Sayang kalau atap belum jadi sudah keburu kehujanan.

Ketika kakak saya datang, praktis olahan masakannya lebih variatif. Wajar sih soalnya sehari-hari dia menjual aneka penganan dan bahan pokok ke pasar. Dia juga pakai santan Sasa, jadi tahu kalau santan itu bisa digunakan untuk banyak jenis makanan dan minuman. Kalau bicara kue, apalagi kue basah. Sudah pasti santan Sasa andalannya.

Untuk membangun rumah, saya masih pakai bata merah dan juga atap dari genting tanah liat. Belum tertarik pasang bata ringan maupun asbes sebagai atap. Soalnya setahu saya bata merah itu lebih awet. Sementara kalau pakai asbes saat cuaca panas, udara yang berada di bawahnya bisa berkali-kali lipat panasnya. Beda dengan genting.

Saya sangat beruntung. Ketika atap hendak dipasang, ada beberapa tetangga yang turut membantu tanpa saya minta. Katanya mereka ingin membantu dengan sukarela. Tentu saya bersyukur dan berterima kasih banyak. Saya hanya bisa membalas mereka dengan mengeluarkan olahan makanan sebaik mungkin.

Saya dan para pekerja memakan makanan dengan lahap. Mantap betul rasanya. Gurih dan segarnya persis dengan santan hasil perasan kelapa langsung. Selama itu saya hanya menyuguhkan makanan ke hadapan para pekerja saja. Setelah itu saya tinggal. Kalau tahu enak mah saya sudah sering-sering ikut menyantap bahkan mungkin akan menjadi yang paling rakus.

Begitu rumah baru jadi, maka saya pun menggelar acara syukuran. Tentu masih dengan Sasa Santan, Aslinya Santan yang sama soalnya bebas bahan pengawet. Jadi mau sebanyak apa pun tamunya tidak ada kekhawatiran berdampak buruk sekecil apa pun. Selain itu, ya tentu saja karena kepraktisannya yang sangat membantu. Semuanya berjalan dengan lancar tanpa hambatan. Akhirnya saya punya rumah baru juga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *