Bagaimana Cara Menghadapi Jasa Tukang Bangunan yang Buruk? Simak Ini!

Banyak sekali pemborong yang tak berlisensi. Hal ini berbanding terbalik dengan menjamurnya proyek demi proyek bangunan yang akan didirikan. Mulai dari pemerintah, swasta, hingga kalangan kecil-menengah. Sementara pemborong atau kontraktor yang berlisensi jumlahnya terbatas sekali. Untuk mendapatkan lisensi atau izin dari pemerintah itu sendiri membutuhkan biaya yang tak sedikit. Mungkin itulah sebabnya banyak yang ambil jalan ilegal.

Apa pun itu, semuanya perlu antisipasi, termasuk ketika Anda salah memilih jasa tukang bangunan. Faktanya, kebanyakan orang tidak cross-check dulu rekam jejaknya. Semua lebih tergiur oleh jasa murah yang ditawarkan sehingga meniadakan kemungkinan-kemungkinan lainnya. Sebelum dampak buruk semakin serius akibat pengerjaan yang asal-asalan atau tak sesuai harapan, Anda perlu melakukan hal ini.

  • Abaikan Permohonan tentang Pembayaran

Anda tentu tidak akan kesulitan kalau sebelum memulai pengerjaan sudah ada surat perjanjian kontrak. Yang paling merepotkan tentunya kalau tak ada perjanjian kontrak. Sudah begitu, pemborong justru menagih-nagih terus soal pembayaran. Menjengkelkan sekali, bukan? Anda tentu punya patokan sendiri tentang pembayaran. Sebaiknya abaikan permohonan itu, dan katakan bahwa pembayaran akan dilunasi begitu proyek selesai.

  • Pakai Juru Bicara

Apabila proyek yang Anda kerjakan besar, tentunya Anda memerlukan jubir yang handal, walau belum setaraf pengacara-pengacara bersertifikat. Hal ini sangat berguna apabila Anda telanjur memilih pemborong atau kontraktor yang salah dan kerja asal-asalan. Anda tentu tak bisa menangani secara langsung kalau mulut pemborong cenderung kasar dan berbahaya.

Yang ada nanti keretakan hubungan dan proyek gagal. Untuk itulah diperlukan juru bicara yang handal, agar semua bisa berjalan sebagaimana mestinya. Tidak perlu sampai ke pengadilan untuk hal-hal teknikal semacam ini. Terutama ketika Anda belum membayar penuh. Kalau sudah bayar penuh, tentu beda lagi caranya.

  • Sewa Advokat

Apabila Anda sudah telanjur membayar penuh sebelum pengerjaan dimulai, tentu masalah ini lebih rumit. Inilah pentingnya kontraktor yang berlisensi. Kalau sudah ada perjanjian kontrak, begitu proses pengerjaan tak sesuai harapan, bisa langsung Anda tangani sendiri. Berbeda kalau tanpa surat perjanjian. Anda akan kewalahan sendiri.

Memilih pengacara juga bukan perkara yang mudah. Jangan sampai Anda terjebak lubang dua kali. Pastikan dulu sudah menandatangani surat perjanjian dengannya. Sebab, surat persetujuan dengan advokat telah diatur dalam UU No. 18 Tahun 2008 tentang Advokat, pasal 21 ayat (2). Honorariumnya wajib melewati pertimbangan kemampuan Anda, meskipun tak ada standar baku terkait hal itu.

Mungkin ketika Anda membawa dalam jalur ini tentu terdengar mengerikan dan akan menghabiskan banyak biaya. Namun, jika dipikir-pikir, apakah Anda mau uang besar yang Anda keluarkan tak kembali sementara pengerjaan tak kelar-kelar? Tentunya Anda tak mau, bukan? Semua tentu kembali pada Anda sendiri, mau pakai atau tidak.

Kebiasaan yang sering terjadi ketika seseorang merasa dirugikan oleh pihak pemborong, ia memilih diam. Kenapa? Alasannya tak enak hati. Untuk urusan profesionalisme semacam proyek bangunan yang memerlukan biaya besar, alasan seperti ini seharusnya disingkirkan sesegera mungkin. Kalau perlu buang jauh-jauh. Itu pun kalau Anda mau pakai cara yang terbaik.

Di negeri ini banyak sekali penyedia jasa tukang bangunan. Sekali lagi, sebelum Anda memutuskan meng-hire, lebih baik cross-check dulu rekam jejaknya. Tidak hanya itu, tinjau pula tim yang akan ikut-serta. Apakah tim itu berubah-ubah setiap waktu atau cenderung tetap, tentu ini jadi poin terbaik sebelum memutuskan. Tim yang bagus biasanya tukang maupun kulinya relatif sama. Tidak banyak terjadi perubahan. Kira-kira begitu. Semoga artikel ini bisa membantu Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *