Anak Sehat, Gemar Bermain dan Belajar

Dummy

Seluruh orang tua pasti menginginkan anaknya tumbuh dalam keadaan sehat. Sayangnya, untuk menjaga kesehatan anak-anaknya, beberapa orang tua justru memilik untuk menjadi over protective dengan kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh anak. Alih-alih menjaga anak tetap sehat, anak justru merasa terkekang dan menganggap orang tua selalu melarang apa yang ia inginkan. Kasus seperti ini bisa menimbulkan misskomunikasi antara orang tua dan anak, sehingga justru membuat hubungan orang tua dan anak menjadi terganggu.

Sebenarnya kita tidak perlu membatasi kegiatan anak selama yang dilakukannya masih dalam batas yang wajar. Jika berbicara tentang kesehatan anak secara umum, berarti berbicara tentang kesehatan badan, rohani, serta kesehatan sosial. Umumnya, ciri-ciri anak sehat dilihat dalam 3 aspek. Yaitu aspek fisik, aspek psikis, serta aspek sosialnya. Masing-masing aspek mempunyai indikatornya masing-masing. Anak dikatakan sehat secara fisik jika badannya tampak sehat, serta pertumbuhan jasmaninya normal.

Aspek fisik anak yang sehat dilihat dari tubuh anak yang bebas penyakit, tidak memiliki kelemahan tertentu, serta tidak cacat. Sedangkan untuk aspek psikis, seorang anak dikatakan sehat jika perkembangan jiwanya wajar untuk anak-anak seusianya, pikirannya senantiasa bertambah cerdas, perasaannya semakin hari semakin bertambah peka, serta kemampuan sosialnya cukup baik. Untuk aspek sosial, sehat diartikan dengan anak yang tampak aktif, gembira, gerakannya gesit, serta mudah untuk beradaptasi dengan lingkungan baru.

Sedangan dalam kehidupan sehari-hari, kesehatan anak bisa dinilai atau dilihat dari berbagai faktor. Antara lain adalah sebagai berikut:

  1. Naiknya berat badan dan tinggi badan secara proporsional. Kondisi ini menandakan anak tumbuh dengan baik.
  2. Perkembangan anak sesuai dengan perkembangan anak-anak seusianya.
  3. Dalam kehidupan sehari-hari, anak mampu berkegiatan secara aktif dan gembira.
  4. Matanya bersinar serta tampak bersih.
  5. Bibir dan lidah tampak segar.
  6. Nafsu makannya baik.
  7. Pernafasannya tidak bau.
  8. Mudah bergaul atau menyesuaikan diri dengan lingkungan di sekitarnya.
  9. Kulit serta rambutnya bersih dan tidak kering.

Faktor-faktor tersebut adalah indikator sederhana yang bisa digunakan untuk melihat apakah anak telah tumbuh sehat dan normal. Pengertian normal untuk pertumbuhan anak pun tidak bisa diidentikkan dengan pengertian normal yang biasa dipakai di kedokteran. Misalnya, dalam sekelompok anak yang bermain bersama tampak seorang anak yang lebih pendek dari teman-temannya. Hal ini bisa tetap dibilang normal jika kemudian ditelusuri dan anak tersebut berasal dari keluarga yang memiliki postur badan pendek.

Istilah normal dalam kedokteran bisa digunakan jika pertumbuhan tinggi anak sesuai dengan tinggi badan anak-anak seusianya “yang seharusnya”, lepas dari faktor keturunan. Pola yang sama berlaku pula pada pertumbuhan berat badan anak. Sesuai anak seusianya, anak berumur kurang dari satu tahun seharusnya memiliki berat 0,8 kg; untuk anak berusia 1 sampai 3 tahun setidaknya harus memiliki berat badan 11,5 kg; untuk rentang usia 4 hingga 6 tahun, berat badan ideal anak adalah 16,5 kg; untuk anak berusia 7-9 tahun, berat badan yang ideal adalah 23,0 kg.

Anak yang sehat juga aktif bermain. Baik itu bermain dengan alam maupun bermain saat mereka melakukan kewajiban sehari-hari seperti mandi dan makan. cobalah berikan produk shampoo anak dan body wash DOREMI THOMAS & FRIENDS ketika mandi. Apakah anak suka bermain saat mandi atau tidak. Jika suka berarti anak memang tumbuh sehat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *